Saat membagikan undangan pernikahan banyak yang mengomentari nama kami, Umar dan Arum. Dua buah nama yang terbentuk dari empat huruf yang sama, cuma dibolak-balik, katanya. Unik, komentar yang lainnya. Sepasang nama yang sudah tertulis di lauhul mahfudz ribuan tahun yang lalu, penjelasan seorang yang lain. Anagram, kata salah seorang rekan kantor. Bingung dengan istilah yang baru pertama didengar, membuatku mencari tahu di Google. Dan inilah salah satu hasil pencarianku:
Anagram adalah salah satu jenis permainan kata yang huruf-huruf di kata awal biasanya diacak untuk membentuk kata lain atau sebuah kalimat. Anagram sering dipakai sebagai kode. Permainan yang menggunakan anagram antara lain adalah scrabble dan boggle. (https://id.wikipedia.org)
Dalam definisi tersebut disebutkan sebagai kode. Ah,,,, sayang sekali aku tak memahami kode yang diberikan Allah. Bahwa ternyata jodohku adalah seorang yang namanya terbentuk dari huruf-huruf yang sama dengan namaku. Padahal kami sudah saling mengenal sejak berseragam putih biru. Mirip dengan judul novel dan film karya Ayudia Bing Slamet: Teman Tapi Menikah (Padahal ga baca novel dan nonton film nya. Heeee). Tapi tidak bisa disamakan dengan kisah dalam novel dan film tersebut yang merupakan kisah nyata yang dialami si penulis. Karena kami punya cerita sendiri dan akan kami rangkai sendiri juga kisah selanjutnya. Blog “ Umar & Arum Journey” akan menjadi dokumentasi perjalanan hidup kami.
Pesan buat para singlelillah: “Cobalah bermain anagram dari namamu, siapa tau beruntung seperti kami. Heeee... Jika masih gagal, jemput ia disepertiga malam, minta kepada yang menggenggam hatinya. Jika doamu masih kurang kuat, mintalah doa dari ibumu. Selamat berjuang kawan. Banyak amal yang bisa jadi pemberat timbangan kebaikan di masa-masa penantian ini”.
Pesan buat para singlelillah: “Cobalah bermain anagram dari namamu, siapa tau beruntung seperti kami. Heeee... Jika masih gagal, jemput ia disepertiga malam, minta kepada yang menggenggam hatinya. Jika doamu masih kurang kuat, mintalah doa dari ibumu. Selamat berjuang kawan. Banyak amal yang bisa jadi pemberat timbangan kebaikan di masa-masa penantian ini”.
